Lebih Baik Menantimu Atau Pergi? Akupun Tak Tahu, Yang Kutau Aku Begitu Mencintaimu

Mungkin hatiku sudah tertutup sepenuhnya oleh dirimu dan bayang-bayangmu yang setiap saat menghantui pikiranku. Jujur terkadang aku bingung bahkan lelah akan dirimu tetapi aku juga menikmati hadirmu walaupun kutau itu semua hanya bayang semu semata wahai kamu yang kurindu.

Terkadang hati dan pikiranku berkata mengharapkanmu itu sama saja seperti bercermin di air yang keruh, kau paham kan maksudku ? Semua terasa sia - sia dan bahkan mengganggapku ada saja tidak terlihat didalam senyum wajahmu dan pancaran di bola matamu, tapi yang kutau di setiap Doaku ku sebut namamu dan ku coba sekuatku merayuNya, bukankah tidak ada hal yang tak mungkin ? Dia sang pemilik yang mudah membolak balikkan hati setiap insan.

Lebih Baik Menantimu Atau Pergi? Akupun Tak Tahu, Yang Kutau Aku Begitu Mencintaimu via pixabay.com

Apakah takdir memilih kita bersama, atau hanya aku yang meminta untuk kita bersama menjadi takdir? ahhhh, aku teramat bodoh ketika kau yang kucinta tak pernah memberiku secerca harapan itu.

Dan bagaimana ternyata jika mencintaimu dan memikirkamu hanyalah sebatas candu dalam diriku namun ternyata memilikimu sebatas anganku saja. Sungguh aku tak tau langkah kaki harus menujumu atau berhenti disini bersama rindu yang tak pernah terucap, aku sangat mencintaimu!
  • Kau dekat namun tak terdekap, perasaan ini seperti hujan, meski tak deras tapi tetap saja membekas.
  • Kadang kita hanya perlu melihatnya bahagia, bukan memilikinya. Ada masa dimana kita merasa telah merelakan,  walau nyatanya tidak benar-benar merelekannya.
Kadang kita hanya perlu melihatnya bahagia via pixabay.com

Baca juga : Menerima Kekurangan mu adalah Kelebihan Terbaikku, Karena Cinta ini tulus dari Hati

  • Kau akan tetap menjadi ikatan, di ingatan. Kadang kita hanya perlu melihat bukan merasakan. 
  • Wahai semesta izinkanlah aku bertemu dengannya aku sangat merindukannya.
  • Mungkin kau harus istirahat dulu, aku butuh rehat dari kisah yang seharusnya indah, namun kini semua telah berlalu.

Komentar